Mulai Sekarang Jangan Biarkan Anak Anda Duduk Bersila Membentuk Huruf 'W'. Dampaknya Sangat Buruk Bagi Anak

Table of Contents

Anak-anak biasanya tak bisa diam, kerena lebih suka berlari-larian. Orangtua pun senang ketika anak bisa duduk dengan tenang. Namun, perhatikan bagaimana posisi duduk si kecil.




Jika anak lebih sering duduk dengan posisi membentuk huruf "W", maka orangtua perlu menghentikan kebiasaan duduk tersebut. Menurut ahli terapi dokter Connie Challoner, duduk dengan posisi "W" bisa memengaruhi tumbuh dan kembang anak.

Kebanyakan anak-anak suka dengan posisi duduk "W", seperti saat menonton TV atau bermain. Saat posisi "W", anak duduk di lantai dengan lutut di tekuk menghadap ke depan dan kaki ke belakang dengan arah keluar sehingga letaknya di samping bokong.

Connie menjelaskan, posisi duduk itu bisa menyebabkan tekanan berlebih pada pinggul dan menghambat bagian otot postural, yaitu pinggul, punggung, dan perut.

Posisi duduk "W" juga berdampak buruk pada pergelangan kaki, lutut, dan perkembangan stabilitas inti.

Menurut Connie, jika dibiarkan selama bertahun-tahun, bisa menyebabkan masalah ortopedi dan memengaruhi postur tubuh di kemudian hari. Posisi duduk "W" cenderung membuat anak tidak memiliki postur yang tegak.

Posisi duduk W juga melemahkan persendian, keseimbangan, dan keterampilan motorik anak. Biasanya, duduk dengan posisi"W" sudah dilakukan saat anak bisa merangkak, kemudian belajar duduk.
Jika melihat kebiasaan ini, orangtua sebaiknya segera memperbaiki posisi duduk anak. Salah satu posisi duduk yang baik, yaitu dengan bersila atau kaki diluruskan.

Ada yang berpendapat bahwa posisi duduk W dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. Tetapi, hingga saat ini belum ada bukti bahwa posisi duduk W bisa menyebabkan masalah kesehatan. 

Meski demikian, orang tua tetap perlu mewaspadai berbagai kemungkinan. Beberapa bahaya berikut bisa saja terjadi bila anak sering duduk dengan posisi W: 

1. Gangguan Ortopedi 

Terbiasa duduk dengan posisi W dapat meningkatkan risiko cedera otot dan dislokasi panggul. 

Dislokasi panggul adalah kelainan struktur tubuh yang disebabkan keluarnya sendi panggul dari lokasi seharusnya di dalam tubuh. 

2. Otot Menjadi Kaku 

Dampak yang satu ini bisa terjadi apabila anak duduk posisi W, khususnya jika terus-menerus. 

Beberapa ahli percaya bahwa duduk dengan posisi W dapat menyebabkan gangguan kekakuan otot, terutama pada pasien dengan gangguan perkembangan otot seperti hipertonik dan spastisitas.

3. Gangguan koordinasi 

Kebiasaan duduk dengan posisi W menyebabkan keterbatasan untuk mencapai beberapa posisi tubuh. Hal ini akan membuat anak kesulitan untuk menggapai sesuatu. 

Misalnya, anak hanya akan menggapai bagian kanan tubuh dengan tangan kanan dan bagian kiri tubuh hanya dengan tangan kiri. 

4. Keterlambatan Perkembangan bagi Anak dengan Hipertonia

Pada anak dengan gangguan hipertonia, yaitu pertumbuhan massa otot yang berlebih, posisi duduk W akan semakin mengganggu pertumbuhan gerak mereka dan menghambat proses terapi. 

Jadi, jika anak sedang menjalani terapi hipertonia, sebaiknya orang tua lebih mewaspadai posisi duduknya. 

5. Pigeon Toes 

Efek lainnya dari kebiasaan duduk dengan posisi W adalah timbulnya pigeon toes.

Bila anak sering duduk dengan posisi W, hal ini akan menyebabkan gangguan postur dan kesejajaran bagian kaki, lutut, pinggul dan bagian punggung. Lama-kelamaan ini bisa mengakibatkan pigeon toes, yaitu ketika bagian telapak kaki mengarah ke dalam. 

6. Kelemahan Kaki

Posisi duduk W bisa menjadi pertanda bahwa kaki anak tidak terlalu kuat untuk bermain dan bertumpu. 



Sumber : health.kompas.com

Posting Komentar